Apa itu penyakit kutil kelamin? Yuk simak berikut ini - Esahwa.com

Blog Siti Esah

Breaking

Home Top Ad

Responsive Ads Here

Saturday, January 11, 2020

Apa itu penyakit kutil kelamin? Yuk simak berikut ini

Klikdokter

Pertumbuhan jinak yang muncul di area kemaluan atau anal merupakan jenis penyakit kutil kelamin. Kutil tersebut biasanya berwarna abu-abu atau bahkan hampir menyerupai daging, dengan ukuran yang berbeda-beda. Kadang, kutil kelamin ini juga disebut sebagai kondiloma acuminata. Pria dan wanita pada umur berapapun sangat rentan terkena penyakit yang satu ini. Namun, kondisi tersebut biasanya rentan terjadi pada umur sekitar 17-33 tahun. Selain itu, kutil ternyata  sangat menular, walaupun menularnya secara kontak seksual, akan tetapi juga bisa ditularkan secara non-seksual. Penting untuk dicatat bahwa kutil kelamin dapat menyebabkan kanker, pada wanita. 

Wanita yang memiliki kutil kelamin, tidak hanya cukup dengan pengobatan kondisinya, tetapi perlu menjalani pemeriksaan beragam kanker. Jika kutil kelamin muncul pada anak-anak, itu tidak berarti ditularkan secara seksual. Dan hal tersebut patut segera lakukan pemeriksaan ataupun mencurigai penyebab terjadinya. Saat kutil kelamin diderita pria, biasanya muncul pada bagian penis, skrotum, pangkal paha, paha, dan sekitar anus. Pada wanita, kutil kelamin juga dapat muncul di luar atau dalam vagina, atau dalam rahim. Jika kutil tersebut ditularkan melalui seks oral, maka akan terlihat di bibir, mulut, lidah, atau tenggorokan. Ada laporan yang menyatakan pil kb juga menyebabkan kutil kelamin. Namun, ada penelitian yang menunjukkan mengonsumsi pil kb meminimalisir penggunaan metode pencegah kehamilan lainnya, seperti kondom. Melakukan seks tanpa kondom, meningkatkan risiko perpindahan atau penerimaan HPV dari orang yang terinfeksi. Penting untuk memahami bahwa kondom tidak memberikan perlindungan 100% terhadap HPV, karena HPV dapat menular lewat cairan tubuh. HPV adalah virus yang sangat mudah menular. Dapat menular lewat kontak kulit. Kebanyakan kasus, penularan HPV disebabkan oleh kontak seksual dengan penderitanya. 

Faktanya, laporan dari American Academy of Dermatology menunjukkan bahwa setengah dari orang yang berhubungan seksual, juga memiliki jenis infeksi HPV tertentu. Meskipun HPV 6 dan HPV 11 adalah penyebab kutil kelamin paling umum, namun biasanya tidak menyebabkan kanker. Sedangkan, HPV 16 merupakan penyebab kebanyakan kanker. HPV 18, 31 dan 45 juga jenis berisiko, artinya dapat menyebabkan kanker. Kutil kelamin berkembang dari Virus Human Papilloma (HPV) tertentu. Ada lebih dari 100 macam HPV.

Namun, menurut Badan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), lebih dari 90% penyakit kutil kelamin disebabkan oleh HPV 6 atau HPV 11.  “dilansir dari laman sehatq” penyakit Kutil kelamin yang tidak menimbulkan gejala tidak memerlukan pengobatan dan perlu kita ketahui, kutil kelamin dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apabila tidak menimbulkan gejala, akan tetapi, virus HPV dapat tetap berada dalam tubuh, yang berarti seseorang tersebut dapat menderita kutil kelamin berulang ataupun menularkan kepada orang lain. Jika penyakit tersebut  menyebabkan gatal, atau rasa seperti terbakar, dan sakit, maka pengobatan yang dapat diberikan berupa obat-obatan seperti asam trikloroasetat yang dipakai untuk membakar kutil kelamin tersebut. sehingga, dapat pula diberikan pada kutil kelamin yang terletak pada bagian dalam tubuh.

dengan ukurannya yang besar, serta tidak memberikan respon yang baik pada obat-obatan, atau jika sedang hamil. Maka tindakan yang harus diambil adalah operasi. Langkah-langkahnya meliputi:

•    Kutil akan dipotong dan dibuang menggunakan pisau bedah
•    Metode pembekuan dengan menggunakan nitrogen cair untuk menghilangkan kutil.
•    Metode ini menggunakan arus listrik untuk membakar kutil.
•    Laser digunakan untuk kutil yang sulit dihilangkan dengan metode lain.

penggunaan obat bebas yang ditujukan pada kutil tangan pada kutil kelamin, disarankan untuk kita hindari. sebab obat-obatan tersebut tidak dimaksudkan untuk dipakai pada daerah genital (kelamin) yang lembap. Salah penggunaan akan dapat memperparah rasa sakit dan memperberat iritasi.

Sumber: Alodokter.com

No comments:

Post a Comment